Tampilkan postingan dengan label Networking. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Networking. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Februari 2015

2G Radio network planning concept

Elektronikatelkom - Pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai 2G GSM RF planning. Pada jaringan telekomunikasi celullar, baik itu jaringan 2G maupun 3G kegiatan network planning baik untuk penambahan jaringan baru maupun untuk optimasi jaringan eksisting ( jaringan yang sudah ada ) mutlak diperlukan. Tujuannya adalah agar Quality of Service (QoS) terhadap pelanggan tetap terlayani dengan baik. Proses planning pada jaringan telekomunikasi adalah proses yang paling penting untuk mendapatkan kualitas jaringan yang terbaik atau paling optimal.

teknik-optimasi-jaringan-sellular-2g-cellular-system

Cell planning atau RF planning dapat diartikan sebagai aktifitas yang berhubungan dengan perencanaan perangkat radio, perencanaan jenis perangkat yang akan digunakan dan juga terkait penentuan konfigurasinya. Pada jaringan GSM proses cell planning/RF planning diperlukan untuk menangani masalah coverage dari suatu cell (BTS) dan juga menghindari terjadinya interferensi, baik interferensi dari antar antena sektoral dalam satu cell itu sendiri maupun interferensi dari cell lain yang termasuk dalam jaringan sendiri maupun jaringan operator telekomunikasi lain.

Dalam perencanaan / planning dari sebuah jaringan telekomunikasi GSM terdapat beberapa faktor yang menjadi dasar untuk dilakukanya sebuah RF planning, antara lain :

Tipe Subscriber (pelanggan)

Dalam hal ini RF planninng didasarkan terhadap analisa dari layanan apa yang diinginkan pelanggan telekomunikasi selular yang bisa berupa voice, sms, GPRS, ataupun gabungan dari semuanya. Kemudian tingkat mobilitas pelanggan, banyaknya melakukan panggilan dll.

Quality of Service (QoS)

Dimana dengan melakukan proses RF planning diharapkan agar kualitas layanan jaringan telekomunikasi operator tersebut dapat meningkat menjadi lebih baik setelah proses planning selesai diimplementasikan.

Faktor Biaya

Perhitungan biaya ini juga perlu diperhatikan agar jangan sampai ada site yang diimplementasikan sia-sia dikarenakan perencanaan yang kurang matang atau informasi yang kurang lengkap.

Sabtu, 09 Juli 2011

Penjelasan Fungsi dan Pengertian Network Interface

Elektronikatelekomunikasi - Network Interface atau yang didalam perangkat pc biasa disebut dengan network interface card (NIC) adalah sebuah Interface dalam jaringan telekomunikasi yang memiliki fungsi untuk menghubungkan antara sebuah host ke host lain ataupun ke network. Network Interface adalah perangkat keras (hard ware) yang bekerja pada layer 1 dari Model OSI yaitu pada layer physic (fisik), karena hanya bertugas sebagai penghubung dan tidak memiliki fungsi lain. 

gambar-foto-network-interface-gigabit-ethernet-network-interface-card-29073-3929463

Network Interface pada sebuah switch layer 2 berfungsi untuk menghubungkan host satu ke host (end user) lain yang terdapat didalam sebuah jaringan (network), karena sesuai jenisnya switch layer 2 hanya bekerja sampai pada layer 2 dari OSI Layer, yaitu data link.

Data link layer ini dapat berfungsi untuk menghubungkan antar host dalam satu jaringan dengan menggunakan mac address sebagai alamat untuk paket dapat saling bertukar antara host satu dengan host yang lain yang masih dalam satu jaringan. Mac Address sendiri adalah sebuah physical address yang dimiliki oleh sebuah Network Interface dan memiliki penamaan yang unik, atau sebuah network interface yang satu memiliki physical address yang berbeda dengan network interface yang lain.

Pada sebuah router seperti Cisco, Mikrotik, Juniper dan sebagainya, Network Interface dibutuhkan untuk menghubungkan Router dengan sebuah LAN atau WAN. Router bekerja pada lapisan atau layer ke 3 dari OSI layer, yaitu pada layer network.

Karenanya Router bertugas untuk menyambungkan network-network, dimana router menggunakan IP Address sebagai alamat untuk sebuah data dapat saling bertukar dari sebuah host dengan host lain baik dalam satu jaringan (network) yang sama, maupun pada suatu network yang berbeda. Untuk dapat melakukan tugas menghubungkan antar network - network ini maka pada  sebuah router harus mempunyai minimal 2 network interface. Dengan konfigurasi minimal ini, maka router tersebut bisa menghubungkan 2 network, karena masing-masing network membutuhkan satu network interface yang terhubung ke Router.

Jumat, 24 Juni 2011

contoh simulasi wpan (wireless personal area network) dengan menggunakan ns-2

Elektronikatelekomunikasi - Berikut ini adalah contoh simulasi WPAN (wireless Personal Area Network) dengan menggunakan Network Simulator Versi 2 (NS2), simulasi wpan ini menggunakan protokol routing AODV (Ad-Hoc On-demand Distance Vector).

tampilan-nsnam-simulasi-aodv-wireless-routing-protocol-network-simulator-ns2

NS2 adalah sebuah software simulasi jaringan yang bersifat open source, sehingga semua orang dapat menggunakan dan mengembangkan secara bersama-sama. NS2 ini adalah software simulator yang berbasis unix machine, atau biasa berjalan di OS linux. 

Berikut ini adalah script code program simulasi Wireless PAN dengan AODV routing protocol pada network simulator NS2.


###########################################
# AODV over 802.15.4 #
# Copyright (c) 2003 Samsung/CUNY #
# - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - #
# Prepared by Jianliang Zheng #
# (zheng@ee.ccny.cuny.edu) #
###########################################

# ======================================================================
# Define options
# ======================================================================
set val(chan) Channel/WirelessChannel ;# Channel Type
set val(prop) Propagation/TwoRayGround ;# radio-propagation model
set val(netif) Phy/WirelessPhy/802_15_4
set val(mac) Mac/802_15_4
set val(ifq) Queue/DropTail/PriQueue ;# interface queue type
set val(ll) LL ;# link layer type
set val(ant) Antenna/OmniAntenna ;# antenna model
set val(ifqlen) 50 ;# max packet in ifq
set val(nn) 25 ;# number of mobilenodes
set val(rp) AODV ;# routing protocol
set val(x) 50
set val(y) 50

set val(nam) wpan_demo1.nam
set val(traffic) ftp ;# cbr/poisson/ftp

#read command line arguments
proc getCmdArgu {argc argv} {
global val
for {set i 0} {$i < $argc} {incr i} {
set arg [lindex $argv $i]
if {[string range $arg 0 0] != "-"} continue
set name [string range $arg 1 end]
set val($name) [lindex $argv [expr $i+1]]
}
}
getCmdArgu $argc $argv

set appTime1 0.0 ;# in seconds
set appTime2 0.3 ;# in seconds
set appTime3 0.7 ;# in seconds
set stopTime 100 ;# in seconds

# Initialize Global Variables
set ns_ [new Simulator]
set tracefd [open ./wpan_demo1.tr w]
$ns_ trace-all $tracefd
if { "$val(nam)" == "wpan_demo1.nam" } {
set namtrace [open ./$val(nam) w]
$ns_ namtrace-all-wireless $namtrace $val(x) $val(y)
}

$ns_ puts-nam-traceall {# nam4wpan #} ;# inform nam that this is a trace file for wpan (special handling needed)

Mac/802_15_4 wpanNam namStatus on ;# default = off (should be turned on before other 'wpanNam' commands can work)
#Mac/802_15_4 wpanNam ColFlashClr gold ;# default = gold
#Mac/802_15_4 wpanNam NodeFailClr grey ;# default = grey


# For model 'TwoRayGround'
set dist(5m) 7.69113e-06
set dist(9m) 2.37381e-06
set dist(10m) 1.92278e-06
set dist(11m) 1.58908e-06
set dist(12m) 1.33527e-06
set dist(13m) 1.13774e-06
set dist(14m) 9.81011e-07
set dist(15m) 8.54570e-07
set dist(16m) 7.51087e-07
set dist(20m) 4.80696e-07
set dist(25m) 3.07645e-07
set dist(30m) 2.13643e-07
set dist(35m) 1.56962e-07
set dist(40m) 1.20174e-07
Phy/WirelessPhy set CSThresh_ $dist(15m)
Phy/WirelessPhy set RXThresh_ $dist(15m)

# set up topography object
set topo [new Topography]
$topo load_flatgrid $val(x) $val(y)

# Create God
set god_ [create-god $val(nn)]

set chan_1_ [new $val(chan)]

# configure node

$ns_ node-config -adhocRouting $val(rp) \
-llType $val(ll) \
-macType $val(mac) \
-ifqType $val(ifq) \
-ifqLen $val(ifqlen) \
-antType $val(ant) \
-propType $val(prop) \
-phyType $val(netif) \
-topoInstance $topo \
-agentTrace OFF \
-routerTrace OFF \
-macTrace ON \
-movementTrace OFF \
#-energyModel "EnergyModel" \
#-initialEnergy 1 \
#-rxPower 0.3 \
#-txPower 0.3 \
-channel $chan_1_

for {set i 0} {$i < $val(nn) } {incr i} {
set node_($i) [$ns_ node]
$node_($i) random-motion 0 ;# disable random motion
}

source ./wpan_demo1.scn

# Setup traffic flow between nodes

proc cbrtraffic { src dst interval starttime } {
global ns_ node_
set udp($src) [new Agent/UDP]
eval $ns_ attach-agent \$node_($src) \$udp($src)
set null($dst) [new Agent/Null]
eval $ns_ attach-agent \$node_($dst) \$null($dst)
set cbr($src) [new Application/Traffic/CBR]
eval \$cbr($src) set packetSize_ 70
eval \$cbr($src) set interval_ $interval
eval \$cbr($src) set random_ 0
#eval \$cbr($src) set maxpkts_ 10000
eval \$cbr($src) attach-agent \$udp($src)
eval $ns_ connect \$udp($src) \$null($dst)
$ns_ at $starttime "$cbr($src) start"
}

proc poissontraffic { src dst interval starttime } {
global ns_ node_
set udp($src) [new Agent/UDP]
eval $ns_ attach-agent \$node_($src) \$udp($src)
set null($dst) [new Agent/Null]
eval $ns_ attach-agent \$node_($dst) \$null($dst)
set expl($src) [new Application/Traffic/Exponential]
eval \$expl($src) set packetSize_ 70
eval \$expl($src) set burst_time_ 0
eval \$expl($src) set idle_time_ [expr $interval*1000.0-70.0*8/250]ms ;# idle_time + pkt_tx_time = interval
eval \$expl($src) set rate_ 250k
eval \$expl($src) attach-agent \$udp($src)
eval $ns_ connect \$udp($src) \$null($dst)
$ns_ at $starttime "$expl($src) start"
}

if { ("$val(traffic)" == "cbr") || ("$val(traffic)" == "poisson") } {
puts "\nTraffic: $val(traffic)"
#Mac/802_15_4 wpanCmd ack4data on
puts [format "Acknowledgement for data: %s" [Mac/802_15_4 wpanCmd ack4data]]
set lowSpeed 0.5ms
set highSpeed 1.5ms
Mac/802_15_4 wpanNam PlaybackRate $lowSpeed
$ns_ at [expr $appTime1+0.1] "Mac/802_15_4 wpanNam PlaybackRate $highSpeed"
$ns_ at $appTime2 "Mac/802_15_4 wpanNam PlaybackRate $lowSpeed"
$ns_ at [expr $appTime2+0.1] "Mac/802_15_4 wpanNam PlaybackRate $highSpeed"
$ns_ at $appTime3 "Mac/802_15_4 wpanNam PlaybackRate $lowSpeed"
$ns_ at [expr $appTime3+0.1] "Mac/802_15_4 wpanNam PlaybackRate $highSpeed"
eval $val(traffic)traffic 19 6 0.2 $appTime1
eval $val(traffic)traffic 10 4 0.2 $appTime2
eval $val(traffic)traffic 3 2 0.2 $appTime3
Mac/802_15_4 wpanNam FlowClr -p AODV -c tomato
Mac/802_15_4 wpanNam FlowClr -p ARP -c green
if { "$val(traffic)" == "cbr" } {
set pktType cbr
} else {
set pktType exp
}
Mac/802_15_4 wpanNam FlowClr -p $pktType -s 19 -d 6 -c blue
Mac/802_15_4 wpanNam FlowClr -p $pktType -s 10 -d 4 -c green4
Mac/802_15_4 wpanNam FlowClr -p $pktType -s 3 -d 2 -c cyan4
$ns_ at $appTime1 "$node_(19) NodeClr blue"
$ns_ at $appTime1 "$node_(6) NodeClr blue"
$ns_ at $appTime1 "$ns_ trace-annotate \"(at $appTime1) $val(traffic) traffic from node 19 to node 6\""
$ns_ at $appTime2 "$node_(10) NodeClr green4"
$ns_ at $appTime2 "$node_(4) NodeClr green4"
$ns_ at $appTime2 "$ns_ trace-annotate \"(at $appTime2) $val(traffic) traffic from node 10 to node 4\""
$ns_ at $appTime3 "$node_(3) NodeClr cyan3"
$ns_ at $appTime3 "$node_(2) NodeClr cyan3"
$ns_ at $appTime3 "$ns_ trace-annotate \"(at $appTime3) $val(traffic) traffic from node 3 to node 2\""
}

proc ftptraffic { src dst starttime } {
global ns_ node_
set tcp($src) [new Agent/TCP]
eval \$tcp($src) set packetSize_ 60
set sink($dst) [new Agent/TCPSink]
eval $ns_ attach-agent \$node_($src) \$tcp($src)
eval $ns_ attach-agent \$node_($dst) \$sink($dst)
eval $ns_ connect \$tcp($src) \$sink($dst)
set ftp($src) [new Application/FTP]
eval \$ftp($src) attach-agent \$tcp($src)
$ns_ at $starttime "$ftp($src) start"
}

if { "$val(traffic)" == "ftp" } {
puts "\nTraffic: ftp"
#Mac/802_15_4 wpanCmd ack4data off
puts [format "Acknowledgement for data: %s" [Mac/802_15_4 wpanCmd ack4data]]
set lowSpeed 0.20ms
set highSpeed 1.5ms
Mac/802_15_4 wpanNam PlaybackRate $lowSpeed
$ns_ at [expr $appTime1+0.2] "Mac/802_15_4 wpanNam PlaybackRate $highSpeed"
$ns_ at $appTime2 "Mac/802_15_4 wpanNam PlaybackRate $lowSpeed"
$ns_ at [expr $appTime2+0.2] "Mac/802_15_4 wpanNam PlaybackRate $highSpeed"
$ns_ at $appTime3 "Mac/802_15_4 wpanNam PlaybackRate $lowSpeed"
$ns_ at [expr $appTime3+0.2] "Mac/802_15_4 wpanNam PlaybackRate 1ms"
ftptraffic 19 6 $appTime1
ftptraffic 10 4 $appTime2
ftptraffic 3 2 $appTime3
Mac/802_15_4 wpanNam FlowClr -p AODV -c tomato
Mac/802_15_4 wpanNam FlowClr -p ARP -c green
Mac/802_15_4 wpanNam FlowClr -p tcp -s 19 -d 6 -c blue
Mac/802_15_4 wpanNam FlowClr -p ack -s 6 -d 19 -c blue
Mac/802_15_4 wpanNam FlowClr -p tcp -s 10 -d 4 -c green4
Mac/802_15_4 wpanNam FlowClr -p ack -s 4 -d 10 -c green4
Mac/802_15_4 wpanNam FlowClr -p tcp -s 3 -d 2 -c cyan4
Mac/802_15_4 wpanNam FlowClr -p ack -s 2 -d 3 -c cyan4
$ns_ at $appTime1 "$node_(19) NodeClr blue"
$ns_ at $appTime1 "$node_(6) NodeClr blue"
$ns_ at $appTime1 "$ns_ trace-annotate \"(at $appTime1) ftp traffic from node 19 to node 6\""
$ns_ at $appTime2 "$node_(10) NodeClr green4"
$ns_ at $appTime2 "$node_(4) NodeClr green4"
$ns_ at $appTime2 "$ns_ trace-annotate \"(at $appTime2) ftp traffic from node 10 to node 4\""
$ns_ at $appTime3 "$node_(3) NodeClr cyan3"
$ns_ at $appTime3 "$node_(2) NodeClr cyan3"
$ns_ at $appTime3 "$ns_ trace-annotate \"(at $appTime3) ftp traffic from node 3 to node 2\""
}

# defines the node size in nam
for {set i 0} {$i < $val(nn)} {incr i} {
$ns_ initial_node_pos $node_($i) 2
}

# Tell nodes when the simulation ends
for {set i 0} {$i < $val(nn) } {incr i} {
$ns_ at $stopTime "$node_($i) reset";
}

$ns_ at $stopTime "stop"
$ns_ at $stopTime "puts \"\nNS EXITING...\""
$ns_ at $stopTime "$ns_ halt"

proc stop {} {
global ns_ tracefd val env
$ns_ flush-trace
close $tracefd
set hasDISPLAY 0
foreach index [array names env] {
#puts "$index: $env($index)"
if { ("$index" == "DISPLAY") && ("$env($index)" != "") } {
set hasDISPLAY 1
}
}
if { ("$val(nam)" == "wpan_demo1.nam") && ("$hasDISPLAY" == "1") } {
exec nam wpan_demo1.nam &
}
}

puts "\nStarting Simulation..."
$ns_ run

Minggu, 20 Juni 2010

Fungsi dan Prinsip Kerja Jaringan Komputer

Jaringan Komputer atau computer network adalah beberapa komputer baik host maupun server yang saling terhubung satu sama lain dan saling menggunakan protokol komunikasi melalui media komunikasi baik kabel (wired) maupun nirkabel (wireless) sehingga dapat saling berbagi data, informasi, aplikasi program, dan perangkat keras seperti printer, scanner, hard disk dan sebagainya, serta memiliki kemampuan untuk dapat saling berkomunikasi secara elektronik.

Seperti yang sudah disebutkan diatas, prinsip kerja jaringan komputer adalah untuk dapat saling menghubungkan antara satu komputer dengan yang lain dengan menggunakan network interface (antar muka jaringan), sehingga dapat berfungsi untuk emngintegrasikan dan berbagi pakai peralatan, berkomunikasi, mengintegrasikan data dan mendistribusikan sistem, dimana jaringan komputer memungkinkan penggunaan bersama peralatan komputer berbagai merek yang semula tersebar di berbagai ruangan, unit, maupun departemen sehingga dapat lebih efisien dalam penggunaannya. Misalnya jika kita ingin mengirimkan sebuah data microsoft excel untuk di print kepada teman kita yang bertempat di lantai satu sedangkan kita di lantai 9, maka cukup kita print di printer teman kita yang berada di lantai 1 dan terhubung di jaringan komputer, sehingga tidak harus repot turun ke bawah.

Jaringan komputer juga memiliki fungsi untuk memudahkan perlindungan data dan informasi, dimana dengan jaringan komputer ini, maka kita dapat memusatkan semua data dan informasi yang dimiliki baik data satu perusahaan maupun di masing-masing departemen pada sebuah server, dan selanjutnya dilakukan pengaturan hak akses dari para user (pemakai) yang ingin mengakses data atau informasi tersebut dengan memberikan password untuk mengaksesnya. Pemusatan dari data ini juga memiliki fungsi untuk menghemat biaya security system jaringan komputer pada sebuah perusahaan atau instansi, karena dengan 1 server yang berfungsi sebagai penyimpan data, maka security system cukup diberikan lebih pada server tersebut untuk melindungi data dari segala macam ancaman.